Cilacap, 22 April 2026 – Peringatan Hari Bumi 22 April 2026 di lingkungan Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap tahun ini terasa lebih bermakna. Bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum merefleksikan langkah nyata menjaga bumi melalui inovasi berkelanjutan, salah satunya lewat pengembangan Kilang Hijau (Green Refinery) Cilacap. Di balik aktivitas kilang yang tak pernah berhenti, tersimpan semangat baru, menghadirkan energi yang lebih ramah lingkungan. Green Refinery Cilacap menjadi wujud transformasi tersebut, mengolah bahan baku berbasis nabati seperti minyak sawit hingga minyak jelantah menjadi energi masa depan. Dari proses ini lahir produk-produk seperti green diesel (HVO) dan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (PertaminaSAF), bahan bakar pesawat yang lebih bersih dan berkelanjutan. Inovasi ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang harapan—bahwa energi dan kelestarian alam dapat berjalan beriringan. Dengan kapasitas pengolahan kilang mencapai 348 ribu barel per hari, RU IV Cilacap kini turut mengembangkan Green Refinery dengan kapasitas sekitar 3.000 barel per hari. Meski porsinya masih sebagian, langkah ini menjadi pijakan penting dalam perjalanan panjang menuju energi rendah karbon. Produk yang dihasilkan pun telah mengantongi sertifikasi International Sustainability & Carbon Certification (ISCC), menandakan bahwa prosesnya memenuhi standar keberlanjutan global. Tak hanya itu, Kilang Cilacap kini menjadi salah satu kilang di Asia Tenggara yang mampu memroduksi sustainable aviation fuel (SAF) sesuai standar internasional. Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, mengungkapkan PertaminaSAF hasil produksi Cilacap telah digunakan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Soekarno-Hatta. “Produk ini telah melalui uji kualitas dan memenuhi spesifikasi avtur berstandar internasional serta ketentuan dari Ditjen Migas Kementerian ESDM,” ujarnya, Rabu (22/4/2026). Tak hanya dalam operasional kilang, komitmen RU IV Cilacap dalam menjaga bumi juga diwujudkan melalui pembangunan gedung perkantoran (Head Office) berkonsep green building. Gedung yang dibangun pada 2016 tersebut dirancang dengan prinsip hemat energi, minimalis, dan ramah lingkungan, sejalan dengan visi perusahaan. Pemanfaatan ini juga menjadi tindak lanjut standar International Risk Insurance (IRI) terkait aspek keselamatan, khususnya pengaturan jarak antara gedung perkantoran dan tangki produk, demi menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Berdiri di atas lahan seluas 7.257 meter persegi dengan empat lantai, gedung ini telah memanfaatkan energi terbarukan melalui penggunaan solar cell atau photovoltaic untuk kebutuhan penerangan. Komitmen tersebut berbuah pengakuan. Head Office berkonsep Green Building ini meraih penghargaan Green Building Awards 2023 dengan predikat Greenship Platinum, salah satu standar tertinggi dalam bangunan ramah lingkungan. Lebih dari sekadar capaian teknis, Green Refinery dan Green Building menjadi bagian dari langkah besar Pertamina dalam mendukung target Net Zero Emission 2060. Sebuah perjalanan panjang yang dimulai dari langkah-langkah kecil, namun konsisten. Di Hari Bumi ini, RU IV Cilacap mengingatkan bahwa menjaga bumi juga mnejadi tanggung jawab bersama. Dari Cilacap, harapan itu terus menyala, mengalir bersama energi yang kini semakin hijau. Post navigation Ketentuan Penyidikan dan Pidana di Rancangan UU Migas